Picture taken from www.amazon.com

Picture taken from www.amazon.com

Aku melihat secarik kertas merah tergeletak di lantai ketika aku membuka pintu rumah malam itu. Aku raih kertas yang berukuran 15 kali 15 cm itu.  Aku bolak balik kertas itu. Coba kuterka siapa pengirimnya? Aku tidak pernah menerima kiriman serupa sebelumnya, ini kali pertama. Selama ini kiriman yang biasanya aku terima adalah amplop dengan logo perusahaan terkenal yang isinya hanya berupa daftar tagihan jatuh tempo yang wajib aku bayar. :(

Kiriman yang menurutku unik itu ternyata berasal dari kantor pos Indonesia. Ia berisi sebuah instruksi untuk mengambil barang kiriman dari luar negeri. Cihuy…! teriakku dalam hati. Tapi siapa yang kirim ya? Aku coba terka-terka siapa yang nekat kirim barang dari luar negeri. Walhasil, semaleman tidak bisa tidur mikiran ini. (berlebihan…nih)

Untuk tidak membuat rasa penasaran ini berkepanjangan.

Pagi pagi bangun.  Izin boss… Izin granted. 

Kantor pos Tangeranglah yang aku tuju sesuai dengan perintah yang terdapat pada kertas itu. Sesampainya disana, aku tunjukan surat itu kepada salah seorang petugas. Dengan cekatan ia melayaniku. Dan sepertinya ia sudah sangat mengenali isi surat itu, mungkin sudah sering orang memberikan surat serupa kapadanya. Iapun meminta izin kepadaku untuk ke belakang sebentar mengambil sesuatu. Akupun hanya mengangguk dan  tersenyum kecil kepadanya tanpa setuju.

Tanpa perlu lama menunggu. Beliau muncul dengan sebuah bingkisan ditangannya. Tanpa basa basi lagi, aku pun disuruh membayar sejumlah uang yang katanya pajak bea masuk dan biaya lainnya.

Ternyata bingkisan itu berisi Amazon kindle. Aku baru ingat ternyata aku pernah memesannya dari seorang teman di US.

Kindle adalah e-book reader dengan teknologi e-inknya. Apa itu E-ink? E-ink adalah tinta elektronik. Ia dapat membuat para pembaca buku digital merasakan pengalaman yang sama seperti membaca buku hasil cetak kertas. Dengan E-ink, e-book reader seperti amazon kindle tidak memancarkan sinar pada layarnya sehingga mata akan lebih nyaman dan tidak cepat lelah. Satu hal lagi kindle dapat dibaca walaupun dibawah sinar matahari.  Dimana hal itu tidak dapat dilakukan jika membaca pada iPad atau Galaxy tab.

Akan tetapi dengan e-ink kita hanya bisa menampilkan layar hitam putih saja. Sehingga sangat tidak disarankan untuk melihat gambar dan video.

Dipasaran ada e-book mere lain yang mudah ditemukan di Indonesia, seperti iRiver, Nook dan Sony Reader.

Aku memang sudah lama ingin memiliki Amazon kindle ini.  Aneh ya? pertanyaannya kok aku  tidak suka sama iPad atau Galaxy tab? Pendapatku setelah mencoba kedua alat itu. Rasanya kok iPad dan Galaxy tab lebih baik digunakan untuk bermain atau bekerja, dan aku tidak menyarankan untuk membaca buku dengan banyak halaman.

Aku memang suka sekali membaca buku dan bisa dikategorikan sebagai seorang kutu buku. Bahkan aku punya budget sendiri setiap bulannya untuk membeli buku.

Aku terbiasa membaca lebih dari satu judul buku pada saat bersamaan. Jangan bingung ! karena maksudnya seperti ini. Aku menaruh satu buku di bawah kasur, satu lagi di kamar mandi dan yang terakhir di tas kerjaku. Rencananya kindle akan menggantikan buku yang aku bawa di tas kerjaku.

Nah berdasarkan pengalaman seminggu memiliki kindle, rasanya kok rencana itu tidak berjalan dengan baik.

Aku mengalami kesulitan mencari e-book berbahasa Indonesia yang bisa didownload secara legal. Malah bisa dibilang tidak ada sama sekali. Yang tersedia di internet hanyalah e-book berbahasa Indonesia yang illegal.

Aku termasuk orang yang berusaha keras untuk membeli barang-barang digital secara legal.  Aku juga salah satu orang yang tidak pernah mendownload MP3 dari internet. Aku lebih memilih membeli CDnya dari pada harus mendownload.

Ini bukan sok idealisme. Tapi memang aku termasuk orang yang malas menunggu dan mencari di internet. Aku bukan pendownload sejati, begitu istilahnya. Aku malas mencari cari site untuk download, karena biasanya setelah di download ternyata filenya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Aku benci menghabiskan waktu untuk hal seperti itu.

Jadi kalau ada yang berbayar, ya bayar saja. Hitung hitung bayar biaya aku mencari sana kemari dan internet.

Tetapi kayaknya idealisme ini tidak bisa dijalankan untuk e-book Indonesia, karena toko online yang menjual e-book sama sekali tidak tersedia.

Sebenarnya ketidaktersedian ebook Indonesia bisa dimaklumi. Ketakutan penerbit akan bukunya disebarkan secara illegal memang masih tinggi. Ini bukan masalah tidak adanya teknologi yang menunjangnya, tapi lebih ke masalah “trust”. Wong sekarang saja buku tidak dijual dalam versi digitalnya saja bisa ada di internet, apalagi terbit jika dijual versi digitalnya.

Coba lihat industri musik Indonesia yang sudah terkena imbas era digital, terutama dalam hal penjualan album melalui Compact Disk (CD). Penjualan musik menggunakan media CD mungkin bisa dikatakan hampir mati.

Bagaimana jika seandainya Penerbit buku Indonesia memutuskan untuk menerbitkan e-book secara legal. Aku kok yakin ya, selain akan menurunkan angka penjualan buku buku cetak mereka, juga pasti omzet yang didapatkan dari penjualan e-booknya tidak meningkat seiring dengan menurunnya penjualan buku cetak. Minimal untuk saat ini loh ya, tidak tahu kalau masa depan.

Nah kemana larinya sisanya? Ya dikerjain oleh orang pintar yang tidak ada kerjaan yang mengillegalkan e-book tersebut sehingga dapat di download secara gratis.

Ini contohnya salah satu toko buku besar dunia yang terancam bangkrut, Borders.

Pesan orang bijak : buat yang suka download, coba hindari download download hasil karya anak Indonesia. 

Ini sebenarnya ironis, karena banyak orang indonesia yang mampu berlangganan ring back tone (beli cuma reffnya saja tidak didengar pula) Rp 7000/bulan, sedangkan beli kaset atau CD album lagu tidak mampu. Belum lagi memhitungkan jumlah pulsa yang hilang akibat disedot provider nakal setelah berlangganan ringback tone itu. Coba hitung semua dan  kemudian ditabung dan dibelikan album lagu yang disukai.

Nah kalau kasusnya e-book aku coba akali dengan cara beli bukunya dulu, sehingga jika ada yang versi digital di internet dapat didownload. Ini untuk mengurangi rasa bersalah saja sih. aku juga coba mendownload e-book berbahasa inggris, khan kata orang bijak boleh.

atau teman ada info atau ide lain…?

Ini aku kasih video iklan Amazon kindle yang menurutku sangat kreatif dan menarik.

embedded by Embedded Video

YouTube Direkt

12 Responses to Buku, Musik dan Teknologi…

  1. [...] informasi di dunia maya kita ini. Sehingga suatu hari kita semua bisa belajar via internet, tanpa ada yang pegang buku fisik lagi. Maka dengan demikian bukupun akan menjadi barang langka dan pohon pun menjadi ikut bergembira [...]

  2. Ilham says:

    keren. banyak juga sih orang yang menyarankan beli kindle. tapi yang jelas saya belum punya uangnya. hehe. ternyata belum ada yang jual ebook indonesia secara legal ya.. sayang juga ya. tapi jujur sih saya masih lebih suka baca buku fisik, walau konsekwensinya jadi banyak pohon yang tumbang di hutan.. :cry:
    saya mau tahu koneksi internet kindle itu harus pakai wifi atau bisa dengan cara lain ya mas? trus fitur2nya apa aja?

  3. mechta says:

    wah..saya blom akrab dg e book ginian…tapi jadi pengen nyoba juga ah..

  4. Monda says:

    Saya kenal Kindle dari adik, dan dia mengluhkan hal sama dgnmu. Tak mau juga dia unggah yg ilegal.
    Kalau saya rasanya sampai saat ini masih baca buku biasa aja.

  5. stupidmokey says:

    wh, hebat ya, baru tahu saya sob tekhnologi seperti y ini, hmm …. gimana rasanya ya, selamat membaca deh, semoga tambah banyak pengetahuannya :D

  6. die says:

    Walaupun hampi setiap hari menjelajah dunia digital, kalau baca ebook kurang suka. entah mengapa aku lebih suka membeli buku.
    Tapi aku masih kalah sama anak-anak, mereka kutu buku sejati seperti sampeyan.

  7. dv says:

    aku pernah tertarik beli ebook reader lalu belilah aku KOBO… tapi ternyata aku harus mengakui, aku lebih tertarik beli KOBO ketimbang baca buku pake KOBO :) Unfortunate sekali ya… tapi ya mesti gimana lagi skarang nganggur di rumah tuh KOBO nya.. kalah sama iPhone juga iPad…

  8. marsudiyanto says:

    Saya malah baru tau teknologi yang seperti itu Mas…
    Bener2 ketinggalan info.
    Selamat, karena kirimannya sudah datang
    Semoga bermanfaat dan tambah rajin baca
    Salam!

  9. arif says:

    keren dah, beli kindle, saya lum punya ongkos euy hehehe, dishare juga donk gambarnya *biar tambah ngiler* he2 :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>